Ketahuilah Makanan Burung Merpati yang Berkualitas Prima

Makanan Burung Merpati

Memilih makanan burung merpati yang berkualitas baik akan mampu mempengaruhi pertumbuhannya. Beragam pakan burung dapat diberikan kepada merpati. Akan tetapi Anda harus mengetahui khasiat dan manfaat masing-masing pakan juga disesuaikan dengan usia merpati.

Merpati merupakan jenis burung yang memakan biji-bijian. Akan tetapi banyak peternak yang memberikan makanan tambahan seperti kunyit, madu, vitamin, dan yang lainnya. Kunyit dipercaya dapat menjadi antibiotik, penghilang lelah, dan juga menjaga vitalitas merpati balap. Kunyit akan disangrai dan dibuat seperti jamu, lalu dicampur dengan madu dan telur.

Burung dara atau merpati sudah bersahabat dengan manusia sejak lama. Ada yang digunakan sebagai pengantar surat (pos), ada yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi, ada yang diternakkan untuk hias, balap, dan juga manfaat lainnya. Burung ini sangat suka hidup berkelompok. Sehingga apabila memelihara mereka sebaiknya dipelihara lebih dari satu.

Sebagai hewan konsumsi, burung ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Daging merpati kaya akan protein jika dibandingkan dengan daging ayam ataupun burung puyuh. Selain itu juga mengandung banyak mineral selenium dan zinc untuk mendukung pertumbuhan sel-sel dalam tubuh. Karena kandungan gizi yang tinggi maka daging ini dapat bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ tubuh dan darah.

Makanan Burung Merpati Berkualitas

Makanan Burung Merpati

Merpati untuk hias dan balap, membutuhkan nutrisi tinggi yang diperoleh dari makanannya. Pemberian pakan yang berkualitas akan membantu tumbuh kembang, stamina, sehingga burung tersebut terjaga kesehatannya. Mereka juga dapat terhindar dari penyakit, tidak mudah mengalami kematian karena daya tahan tubuh yang baik. Beberapa makanan yang biasa dikonsumsi oleh burung merpati yaitu:

Jagung

Merupakan makanan yang paling sering diberikan kepada hewan peliharaan yaitu burung. Segala jenis burung pemakan biji menyukai makanan ini termasuk merpati. Jagung dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko pakan ternak. Biasanya ada yang menjual jagung kering berupa buliran atau yang sudah di cacah.

Untuk merpati sebaiknya berikanlah jagung yang sudah dicacah 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari. Jenis jagung yang paling baik adalah jagung Madura karena bulirnya yang berkualitas, nutrisi yang bagus, dan rasanya yang disukai oleh merpati. Harganya juga relatif murah sehingga tidak jebol kantong saat memberikan jenis pakan ini.

Beras merah

Beras merah kaya akan kandungan vitamin B1 sehingga membantu meningkatkan stamina, memperkuat organ tubuh si burung, dan juga dapat mengembalikan energi apabila mereka kelelahan. Banyak jenis burung pekicau diberikan konsumsi makanan ini. Harganya memang relatif mahal dibandingkan dengan beras putih atau padi. Akan tetapi sangat sesuai dengan hasil yang didapatkan.

Padi

Lebih baik memberikan padi atau gabah kepada burung merpati dibandingkan beras putih. Kandungan vitamin B1 pada kulit padi membuat burung dapat mengembalikan stamina dan energi. Pakan ini cocok diberikan pada masa panen karena banyak yang menjualnya. Sedangkan apabila di perkotaan, tidak terdapat padi mungkin dapat menggantinya dengan beras putih ataupun makanan lain yang mudah didapatkan.

Kacang tanah

Kandungan lemak, protein, vitamin A, vitamin K, vitamin B kompleks, dan juga zat besi sangat bagus untuk menjadi sumber makan berkualitas bagi si burung merpati. Kacang tanah yang diberikan dapat berupa kacang yang kering atau basah yang telah di cacah terlebih dahulu. Memberikan makanan yang sudah di cacah akan mempermudah merpati untuk mencernanya.

Kedelai

Kedelai juga banyak mengandung vitamin B seperti B1, B2. B3. B6, vitamin A, juga vitamin E. Khasiatnya hampir mirip dengan kacang tanah.

Baca Juga: Tips Ampuh Cara Menjinakkan Burung Merpati

Kacang hijau

Pemberian pakan berupa kacang hijau baiknya dicampur dengan pakan lain misalnya jagung. Kandungan protein, mineral, serat, serta omega baik untuk tubuh burung merpati.

Batu kerikil atau pasir

Kerikil atau pasir disini dimaksudkan untuk memperlancar pencernaan mereka. Memberikan kerikil ini bukan berarti memberikan hanya kerikil saja, tetapi ditambahkan dan diaduk sedikit dengan pakan lainnya seperti kacang hijau atau jagung.

Hewan unggas membutuhkan sedikit kerikil di dalam tembolok mereka untuk dapat menghancurkan makanan sebelum masuk ke sistem pencernaan. Maka dari itu diperlukanlah sedikit kerikil atau pasir dalam makanan mereka.

Tips Merawat Burung Dara

Setelah mengetahui pakan mereka, untuk mendapatkan merpati yang sehat dan berkualitas maka si peternak harus memperhatikan hal seperti kebersihan kandang, memberikan program pelatihan, dan tentunya memberikan penjadwalan pakan yang baik.

Kandang harus diletakkan dengan ketinggian tertentu tidak ada kabel listrik, pohon, tiang pengganggu, dan yang lainnya. Kandang juga sebaiknya memiliki jarak dengan tanah, cukup ventilasi dan pertukaran udara yang baik. Kandang harus dapat melindungi burung dari predator seperti kucing, anjing, atau hewan lainnya.

Program pelatihan juga dapat diberikan dengan melatih mengenali pintu kandangnya. Burung merpati dapat kembali ke kandangnya sendiri apabila telah puas terbang. Pelatihan ini dapat dimulai ketikan mereka telah berusia sekitar 6-8 minggu.

Pertama-tama bawalah burung tersebut jauh dari kandang dengan jarak sekitar 1,5 km. Lepaskan burung tersebut, dan ia akan berusaha untuk kembali ke kandangnya. Desainlah pintu kandang yang membebaskan mereka untuk masuk kapan saja, akan tetapi hanya bisa keluar jika pemilik memberikan akses untuk keluar.

Setiap minggu burung tersebut dapat dilatih terus dengan memperlebar jarak pelepasan dengan kandangnya. Akan tetapi pelatihan ini harus bertahap agar mereka mampu mengenali kandang mereka dengan baik.

Penjadwalan pakan juga penting dengan memberikan makanan 2 kali sehari. Berikan makanan selama 15-20 menit setelah itu bersihkan sisa makanan yang ada. Jangan lupa juga memberikan air minum untuk mereka. Makanan burung merpati sangat penting untuk menjaga kesehatannya.

You May Also Like

About the Author: Dewi Anjani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *