Pengertian Neraca Analog yang Klasik dan Autentik

Neraca Analog

Neraca analog sendiri termasuk salah satu model timbangan klasik yang populer dalam penggunaan skala rumahan. Hal ini dikarenakan setiap model timbangan atau neraca memiliki cara kerja dan kegunaannya masing-masing. Penasaran mengapa model timbangan analog jadi pilihan para ibu rumah tangga, berikut penjelasannya:

Pengertian Timbangan Analog

Neraca analog atau juga dikenal dengan nama timbangan mekanik merupakan jenis alat ukur massa yang memanfaatkan sistem pegas dalam mendapatkan hasil pengukuran. Berdasarkan cara kerja, timbangan mekanik menjadi versi pertama yang banyak digunakan sebelum dikenal timbangan modern yang menggunakan sistem elektronik.

Ciri khas timbangan analog yang memberi kesan autentik adalah keberadaan garis-garis penanda serta jarum kecil untuk menunjukkan nilai massa suatu benda. Dari penerapan sistem mekanik, timbangan ini tidak perlu mengganti baterai secara berkala untuk mendapat sumber daya.

Lalu, manakah yang lebih akurat antara timbangan analog dengan timbangan modern? Pertanyaan ini tidak mudah untuk mendapat jawaban pasti, karena setiap jenis timbangan memiliki keunggulan masing-masing sekaligus tergantung pada kebutuhan Anda.

Fungsi Timbangan Analog

Bicara soal fungsi timbangan analog tetap sama yaitu mengukur massa suatu benda. Namun, letak perbedaannya adalah benda yang akan diukur biasanya berupa barang-barang keperluan rumah tangga. Mulai dari ikan, sayur, buah, dan sejenisnya dengan kapasitas berat terbatas.

Selain banyak digunakan oleh penjual di toko, timbangan analog juga menjadi perlengkapan dapur yang wajib ada untuk aktivitas baking atau pembuatan kue. Bukan tanpa alasan, hasil baking yang sempurna sangat ditentukan dari tahap menimbang atau mengukur semua bahan yang diperlukan.

Fungsi berikutnya dari timbangan analog yaitu sebagai neraca pengukur massa badan. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan aktivitas menimbang berat badan, dan model timbangan badan analog masih menjadi pilihan populer.

Ketelitian Hasil Ukur Timbangan Analog

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa timbangan analog memiliki kapasitas maksimal massa benda yang akan diukur. Satuan besaran massa yang dipakai pada timbangan analog yaitu kilogram dengan tingkat ketelitian menyesuaikan ukuran neraca.

Biasanya ketelitian timbangan analog adalah 100 gram. Namun, semakin kecil ukuran timbangan, maka nilai skala garis ketelitian neraca semakin tinggi.

Seperti timbangan mekanik dengan maksimal berat 5 kg memiliki tingkat ketelitian sebesar 10 gram. Sementara timbangan dengan maksimal berat 20 kg memiliki tingkat ketelitian antara 50 atau 100 gram.

Bagian-Bagian Timbangan Analog

Mendengar kata neraca mungkin Anda akan terbayang anak timbangan sebagai pembanding untuk mengukur massa benda. Namun, khusus timbangan analog atau mekanik tidak menggunakan anak timbangan.

Akan tetapi menggunakan jarum yang akan berputar ke arah angka yang menunjukkan berat dari benda ukur. Secara umum bagian timbangan analog terbagi menjadi dua, yaitu tempat atau wadah peletakan barang  yang akan ditimbang dan jarum skala penunjuk berat benda.

Dalam pengoperasian timbangan analog Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar mendapat hasil ukur yang presisi. Pertama, pastikan posisi jarum skala petunjuk tepat berada di angka nol. Kedua, lihat hasil ukur sesuai skala yang ditunjuk oleh jarum dan jangan memberi tekanan tambahan. Karena jarum timbangan analog mudah ikut bergerak jika benda yang timbang bergerak, walaupun hanya sedikit saja.

Demikianlah sedikit informasi seputar neraca analog mulai dari pengertian, fungsi, ketelitian, dan bagian-bagian timbangan. Jadi, meski Anda memilih timbangan mekanik tidak ada yang salahnya tahu tentang timbangan analog yang mungkin suatu saat nanti Anda butuhkan lagi. Semoga bermanfaat!

About the Author: Dewi Anjani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *