Jangan Sampai Salah, Begini Perawatan Kenari Mabung dengan Tepat!

Begini Perawatan Kenari Mabung

Merawat burung peliharaan bukanlah hal mudah, termasuk perawatan kenari mabung, yang harus dilakukan dengan ketelatenan. Bagi kicaumania, mabung atau disebut juga molting pasti bukanlah hal yang asing.

Mabung merupakan proses rontoknya bulu yang dialami oleh setiap burung. Nantinya, bulu lama tersebut akan digantikan dengan bulu yang baru dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya proses mabung terjadi selama 1 sampai dengan 3 bulan, bisa juga lebih lama tergantung pada perawatan pemiliknya.

Selama terjadinya proses mabung kenari, kicaumania tidak perlu khawatir. Kicaumania cukup merawat kenari dengan cara yang tepat agar proses mabung cepat selesai. Perawatan yang tepat juga dapat mencegah terjadinya masalah pada kenari di masa depan, seperti buruknya kesehatan bahkan kenari tidak mau berkicau sama sekali.

Sebelum membahas cara merawat burung yang mabung, tahukah kicaumania bagaimana ciri burung akan mabung? Jika belum, sebaiknya ketahui dulu ciri yang menunjukkan tanda burung peliharaan, dalam hal ini kenari, akan mengalami masa mabung.

  • Kenari menjadi lebih pasif dan malas berkicau
  • Bulu-bulu kenari rontok, biasanya dimulai dari bagian ekor
  • Senang menggigiti bulunya agar terlepas dari tubuhnya
  • Bulu-bulu pada bagian ekor dan sayap biasanya terlihat kusut
  • Munculnya bulu-bulu muda yang baru tumbuh
  • Kenari akan kehilangan nafsu makan dan birahinya

Jika ciri-ciri di atas terlihat muncul dan dialami oleh kenari kicaumania, maka bersiaplah kemungkinan kenari akan memasuki masa mabung.

Saat masa ini tiba kenari akan terlihat kurang indah sehingga tidak sedap dipandang mata. Namun, kicaumania harus bersabar dan rawatlah kenari agar kembali pada penampakan aslinya.

Panduan Perawatan Kenari Mabung untuk Kicaumania

Perawatan Kenari Mabung

Perawatan burung di waktu-waktu masa mabung ini dibutuhkan tidak hanya ketelatenan, tetapi juga kesabaran yang benar-benar tinggi. Perlu juga pengetahuan yang tepat agar proses mabungnya burung peliharaan dapat selesai dengan baik. Berikut dijelaskan cara merawat kenari yang sedang mengalami masa mabung.

Beri Nutrisi Cukup

Pada masa mabung kenari akan mengalami penurunan asupan protein sehingga perlu pemberian nutrisi sebagai gantinya. Kicaumania harus memberikan makanan yang mengandung protein, mineral, kalsium, dan yodium. Pastikan jumlah yang diberikan cukup dan tidak berlebihan karena justru akan mempengaruhi kondisi kenari.

Kelebihan dalam pemberian nutrisi, seperti protein, justru akan membuat kenari sering berkicau. Padahal saat masa mabung tidak dianjurkan bagi kenari aktif berkicau. Nutrisi yang dibutuhkan kenari mabung ini dapat dibeli di penjual pakan burung.

Juga, kicaumania bisa mencoba memberikan berupa makanan tambahan yang lain, contohnya sayur selada, sawi, buah anggur, telur puyuh, maupun kroto juga boleh. Tetapi seminggu sekali di makanannya. Meskipun saat masa mabung kenari tidak nafsu makan, porsi pakannya tetap harus diperhatikan dan ditambahkan.

Berikan juga minuman yang telah diganti atau dicampurkan dengan multivitamin, seperti ebood vit. Tujuannya, supaya kebutuhan gizi dan nutrisinya tetap terpenuhi hingga masa mabungnya selesai.

Dilarang Memandikan

Ketika masa mabung berlangsung, sebaiknya jangan memandikan kenari. Memandikannya justru akan menghambat proses perontokan bulunya. Tunggulah hingga bulu-bulu baru berbentuk seperti jarum tumbuh. Jika bulu jarum telah tumbuh menggantikan bulu yang rontok maka kenari dapat dimandikan kembali.

Namun, proses memandikannya juga tidak dapat dilakukan dengan cara biasa. Sebaiknya, kenari dimandikan dengan menggunakan campuran air shampoo khusus. Misalnya, menggunakan merek shampoo Jati Jajar yang biasa digunakan untuk memandikan kenari mabung.

Shampo ini ampuh untuk membasmi kuman dan kutu yang menempel pada kenari. Dengan menggunakan shampoo khusus, bulu-bulu baru akan memiliki pertumbuhan yang baik.

Baca Juga: Minuman Buat Kenari Biar Cepat Gacor dan Cara Merawat yang Tepat

Perhatikan Sangkarnya

Sangkar kenari mabung sebaiknya diletakkan di tempat yang sepi, teduh, tetapi aman dari gangguan predator, seperti kucing, tikus, dan anjing yang mungkin memangsanya. Sangkar harus diletakkan si tempat yang sepi agar kenari tidak stres yang dapat berdampak pada semakin lamanya waktu mabung.

Sebelum diletakkan di tempat yang sepi, sangkar juga sebaiknya dikerodong supaya kenari bisa beristirahat lebih tenang.

Tujuan lain dari mengerodong sangkar adalah menjaga kestabilan suhu di dalam sangkar sehingga proses mabungnya lebih cepat selesai. Namun, sesekali bukalah kerodong sangkar dan angin-anginkan kenari agar ia mendapat udara segar dan tidak kesepian karena dikerodong terus-menerus.

Selain itu, jangan sekali-kali menjemur kenari yang sedang mabung karena dapat menghambat prosesnya. Penjemuran dapat dilakukan kembali ketika bulu jarum kenari sudah mulai tumbuh.

Sebaiknya, lakukan penjemuran di pagi hari saat sinar matahari belum begitu panas selama 20 hingga 30 menit saja. Penjemuran disarankan dilakukan setelah kenari sudah dimandikan. Setelah itu, kerodong lagi sangkarnya untuk beberapa waktu.

Pemasteran di Waktu yang Tepat

Pemasteran juga tidak boleh dilakukan saat kenari masih dalam masa mabung. Kenari akan menjadi stres jika mendengar suara kicauan karena itu mengganggu waktu istirahatnya.

Pemasteran baru bisa dilakukan ketika bulu baru berbentuk seperti jarum sudah muncul dan bulu lama sudah rontok semua.

Pemasteran ini dapat dilakukan dengan memperdengarkan suara MP3 atau kicauan langsung dari burung lain, seperti burung kenari lainnya atau burung gereja tarung.

Berdasarkan penjelasan di atas, perawatan kenari mabung tidak terlalu sulit, hanya saja membutuhkan banyak kesabaran dan ketelatenan.

Selain itu, pemilik kenari mabung juga harus memiliki keuletan dalam menjaga dan merawat kenarinya. Yang perlu diperhatikan dalam merawat kenari mabung ialah kecukupan gizi dan nutrisi makanan, ketepatan dalam merawatnya di masa mabung, dan memulihkan kondisinya setelah melalui masa mabung.

You May Also Like

About the Author: Dewi Anjani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *